Workshop Penciptaan Lagu Anak Dorong Upaya Menghidupkan Kembali Lagu Anak Indonesia

Keterangan foto: 
Kegiatan Workshop Penciptaan Lagu Anak

Sleman, Yogyakarta, 28 Juli 2026 — Tim penelitian berjudul “Penciptaan Lagu Anak dalam Upaya Menghidupkan Kembali Lagu Anak Indonesia” menyelenggarakan workshop bagi pendidik sebagai bagian dari upaya mengembangkan kreativitas penciptaan lagu anak sekaligus menghidupkan kembali keberadaan lagu anak Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 28 Juli 2026, di Loman Park Hotel, Sleman, Yogyakarta.

Penelitian ini merupakan Penelitian Penugasan Guru Besar dan Dosen Struktural tahun 2026 yang dilaksanakan oleh tim dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Penelitian tersebut diketuai oleh Dr. Dra. Heni Kusumawati, M.Pd., dengan anggota Dr. Francisca Xaveria Diah Kristianingsih, S.Pd., M.A., Panca Putri Rusdewanti, S.Pd., M.Pd., Ambar Fidianingsih, M.Pd., Dayang Nimpuna, Nosi Anggana, dan Efrata Eugene Tiurma Hutasoit. Penelitian ini juga tercatat dalam lingkungan PUI Sastra dan Seni Anak Universitas Negeri Yogyakarta.

Workshop tersebut menghadirkan Rien Safrina, M.A., Ph.D., dosen Pendidikan Seni Musik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), sebagai narasumber. Dalam kegiatan tersebut, Rien Safrina menyampaikan materi mengenai pentingnya menjadikan kelas sebagai ruang yang mampu menghadirkan pengalaman bermakna bagi peserta didik melalui kegiatan bermusik dan penciptaan lagu.

Salah satu gagasan yang disampaikan dalam workshop adalah bagaimana mengubah kelas menjadi panggung makna. Melalui pendekatan tersebut, proses pembelajaran musik tidak hanya diarahkan pada penguasaan pengetahuan atau keterampilan musikal, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengalami, memahami, dan memberikan makna terhadap proses kreatif yang mereka jalani.

Rien Safrina juga menjelaskan konsep mindful learning, yaitu belajar dengan penuh kesadaran. Dalam pendekatan ini, siswa diharapkan dapat hadir sepenuhnya dalam proses pembelajaran, memiliki kesadaran terhadap apa yang sedang dilakukan, serta memahami tujuan dari proses belajar yang mereka jalani.

Dalam workshop tersebut, peserta juga diperkenalkan pada langkah-langkah praktis dalam merancang aktivitas penciptaan lagu di kelas. Terdapat lima langkah utama yang dapat diterapkan oleh pendidik, yaitu menentukan tema, eksplorasi teks, diskusi makna, komposisi melodi, serta pertunjukan dan apresiasi.

Langkah pertama adalah menentukan tema yang dekat dengan kehidupan dan pengalaman peserta didik. Setelah tema ditentukan, peserta didik melakukan eksplorasi teks untuk mengembangkan gagasan yang akan dituangkan ke dalam lagu. Selanjutnya, dilakukan diskusi makna untuk membantu peserta didik memahami pesan dan nilai yang terkandung dalam karya yang mereka ciptakan.

Tahap berikutnya adalah komposisi melodi, yaitu peserta didik mulai mengembangkan teks menjadi sebuah karya lagu. Proses tersebut kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan dan apresiasi sebagai ruang bagi peserta didik untuk menampilkan karya sekaligus memberikan penghargaan terhadap proses dan hasil kreativitas yang telah dilakukan.

Menurut Rien Safrina, kelima langkah tersebut dapat diselesaikan dalam dua hingga tiga sesi pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan penciptaan lagu dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran di kelas tanpa harus membutuhkan waktu yang terlalu panjang.

Hal yang menjadi perhatian dalam workshop ini adalah bahwa guru tidak perlu menjadi ahli musik untuk memfasilitasi kegiatan penciptaan lagu di kelas. Guru cukup memiliki kepercayaan terhadap proses kreativitas peserta didik dan memberikan ruang bagi mereka untuk bereksplorasi, mengembangkan gagasan, serta menghasilkan karya sesuai dengan pengalaman dan pemaknaan mereka sendiri.

Melalui workshop ini, penelitian “Penciptaan Lagu Anak dalam Upaya Menghidupkan Kembali Lagu Anak Indonesia” diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran musik yang kreatif dan bermakna. Kegiatan penciptaan lagu di kelas dapat menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan kembali pengalaman anak dalam menciptakan dan menikmati lagu yang dekat dengan dunia mereka.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat untuk menghidupkan kembali kegembiraan anak melalui musik. Sebagaimana semangat penelitian yang dikembangkan oleh Universitas Negeri Yogyakarta melalui Departemen Pendidikan Seni Musik, penciptaan lagu anak diharapkan dapat menjadi ruang bagi anak untuk berekspresi, berkreasi, dan mengalami musik secara langsung dalam kehidupan mereka.